Senin, 11 November 2013

MENGELOLA ADM KAS BANK

A.    Pengertian Kas
Kash (cash) adalah aktiva lancar baik itu berupa uang tunai atau benda lain sebagai alat pembayaran yang sah yang dapat dijadikan uang tunai.

B.     Persiapan Pengelolaan Kas
1.      Dokumen transaksi baik dokumen transaksi penerimaan kas maupun dokumen transaksi pengeluaran kas
2.      Bukti setoran ke bank sebagai bukti pendukung dokumen penerimaan kas
3.      Rekening koran dari bank sebagai alat konfirmasi saldo kas
4.      Buku jurnal penerimaan kas dan jurnal pengeluaran kas
5.      Perlengkapan kantor yang diperlukan dalam kegiatan tulis menulis
6.      Mesin tulis dan mesin hitung
7.      Formulir – formulir laporan

C.     Pencatatan Dan Penghitungan Mutasi Kas Bank
1.      Transaksi penerimaan dan pengeluaran kas
a.       Penerimaan dana oleh perusahaan, baik dalam bentuk uang tunai maupun cek dari pihak lain
b.      Penerimaan dana oleh bank, antara lain : transfer dari pihak lain, pemindah bukuan (giro), dari rekening pihak lain ke dalam rekening perusahaan dan jasa simpanan giro (bunga) yang dikreditkan dalam rekening koran
c.       Pengeluaran kas yang dilakukan perusahaan dengan menggunakan cek atau bilyet giro
d.      Pengeluaran kas oleh bank, misal biaya administrasi bank yang dibebankan kepada perusahaan didebet  dalam rekening koran
2.      Dokumen penerimaan dan pengeluarkan kas
a.       Dokumen penerimaan kas
1.      Bukti penerimaan kas yang dibuat sendiri oleh perusahaan untuk bukti transaksi kas dari maupun sumbernya
2.      Faktur ( nota) penjualan tunai, didukung denganpita kas register sebagai dokumen penerimaan kas yang berasal dari transaksi penjualan tunai
3.      Surat pemberitahuan dari debitur sebagai pendukung bukti penerimaan kas yang berasal dari piutang yang dikirimkan melalui pos dan sarana lain
4.      Memo (nota) kredit dari bank sebagai pendukung bukti penerimaan kas untuk piutang yang diterima melalui transfer dana ke rekening perusahaan di bank
5.      Bukti setoran ke bank sebagai bukti pendukung yang digunakan untuk pengecekan jumlah dana yang diterima dengan jumlah – jumlah yang disetorkan ke bank
b.      Dokumen pengeluaran kas
1)      Bukti pengeluaran kas yang dibuat sendiri oleh perusahaan untuk bukti semua jenis transaksi pengeluaran kas
2)      Faktur (nota) pembelian tunai sebagai pendukung bukti pengeluaran kas untuk transaksi pembelian tunai
3)      Faktur pembelian dan laporan penerimaan barang sebagai pendukung bukti pengeluaran untuk pembayaran utang
4)      Permintaan penggantian dana atau pengisian kembali kas kecil sebagai pendukung bukti pengeluaran kas melalui kas kecil
c.       Pencatatan mutasi kas bank
Mutasi kas menyangkut penerimaan dana, penyetoran dana ke bank, pengeluaran dana kas bank dan pengeluaran kas kecil pada bagian ini dibahas pencatatan transaksi penerimaan dan pengeluaran kas umum
d.      Penghitungan mutasi kas
Penghitungan mutasi kas bank bertujuan untuk mengetahui jumlah kas diterima dan jumlah kas yang dikeluarkan pada periode tertentu

D.    Peralatan Selisih Kas
Selisih kas adalah selisih antara jumlah kas menurut catatan dengan jumlah kas yang ada menurut perhitungan fisik kas. Apabila jumlah kas menurut perhitungan fisik lebih besar daripada jumlah kas menurut catatan. Selisih kas tersebut “selisih kas lebih” (cast overage). Jika keadaan sebaliknya “selisih kas kurang” (cast shorlage). Penyebab terjadinya selisih kas antara lain :
1.      Kehilangan akibat kekeliruan akibat transaksi penjualan, misalnya : pada saat memberikan uang kembali, selisih kas besarnya diketahui sebelum uang disetorkan ke bank
2.      Kesalahan mencatat bank pada saan penerimaan maupun pada saat pengeluaran kas selisih kas dan penyebabnya mungkin diketahui pada saat dilakukan pemeriksaan atau setelah menerima laporan mutasi dari kas bank, yaitu apabila catatan kas menurut perusahaan tidak sama dengan catatan menurut bank

E.     Pencatatan Selisih Kas
Pencatatan selisih kas secara garis besar dapat dilakukan sebagai berikut :
a.       Selisih kas yang timbul karena kekeliruan perhitungan uang atau tidak ada uang pecahan kecil pada saat penerimaan atau pembayaran dan yang penyebabnya belum diketahui, dicatat dalam akun selisih kas. Selisih kas kurang dicatat debit aku kas dan kredit akun selisih kas. Selisih kas kurang dicatat debit akun selisih kas dan kredit akun kas

b.      Pada saat penyebab terjadinya selisih kas diketahui, selisih kas yang bersangkutan dipindahkan kedalam akun yang seharusnya sesuai dengan transaksi terkait 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar